banner 728x90

Antibodi VS Antibiotik Mana Yang Lebih Baik ?

Antibodi VS Antibiotik Mana Yang Lebih Baik ?

Sepertinya sudah tidak asing lagi kita semua mendengar kata antibodi dan antibiotik.

Sudah seberapa pahamkah, tentang antibodi dan antibiotik ?

Apa saja sebetulnya perbedaan dan persamaannya ?

Mari kita mulai dengan persamaannya dulu. Antibodi dibuat oleh sel darah putih sebagai respon untuk membantu tubuh melawan bakteri, virus dan racun, serta menjaga tubuh dari berbagai penyakit dan infeksi.
Sedangkan antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri yang berkhasiat atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Intinya adalah antibodi dan antibiotik ini sama-sama dibutuhkan untuk melawan bakteri penyebab penyakit dan memiliki sistem “kekebalan”.

Nah, jadi apa perbedaannya ?

Perbedaannya, selain dari mana asal mereka, ada pada mekanisme kerja mereka atau fungsinya, juga bagaimana cara dan waktu mengkonsumsinya.

Antibodi bisa disebut sebagai sistem pertahanan diri dari berbagai macam penyakit. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, antibodi berasal dari sel darah putih yang ada dalam tubuh.
Sebetulnya kita semua sudah memiliki antibodi sejak kecil.

Lalu, mengapa kita semua tetap bisa jatuh sakit ?

Hal ini disebabkan oleh seberapa kuat atau seberapa banyak antibodi yang dihasilkan oleh setiap tubuh manusia. Karena setiap manusia memiliki antibodi yang berbeda.
Pola hidup yang kurang sehat, kelelahan, cuaca buruk dan kurang asupan vitamin yang cukup akan menurunkan sistem imun tubuh atau antibodi yang membuat tubuh mudah terserang penyakit.

Maka dari itu, seiring berkembangnya teknologi, para ahli medis membuat suplemen makan khusus untuk memperkuat antibodi. Suplemen antibodi bisa dikonsumsi saat sehat atau saat jatuh sakit.
Namun tidak semua antibodi dapat dikonsumsi setiap hari, seperlunya saja.

Sedangkan antibiotik dibutuhkan ketika tubuh sudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Karena tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik lebih baik dikonsumsi jika sudah 3 hari keadaan tak kunjung membaik. Dalam waktu 3 hari, antibodilah yang bekerja melawan penyakit.

Bila penyakit ternyata disebabkan oleh virus, maka dengan obat-obat untuk mengobati gejala, makan makanan bergizi dan mengkonsumsi suplemen makan saja sudah cukup. Kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut akan terbentuk, sehingga tidaklah mudah bagi virus itu untuk menyerang kembali.
Karena lawannya virus adalah antibodi.

Sedangkan tubuh yang sedang terinfeksi bakteri akan menimbulkan gejala terus menerus. Maka dari itu barulah dianjurkan mengkonsumsi antibiotik setelah 3 hari, bila gejala tidak hilang bahkan setelah diobati dan sebaiknya minum antibiotik sesuai anjuran dokter dan harus dituntaskan.

Mengapa demikian ?

Karena bila penggunaan antibiotik tidak sesuai aturan atau tidak dituntaskan, maka akan timbul kekebalan.

Kekebalan yang ditimbulkan karena antibiotik sangat merugikan dibandingkan dengan antibodi.
Kekebalan yang disebabkan oleh antibiotik biasa disebut resistensi antibiotik. Kekebalan antibiotik akan membuat tubuh justru semakin mudah untuk terserang bakteri itu kembali dan membuat bakteri yang harusnya terbunuh menjadi lebih kuat karena penggunaan antibiotik yang sembarangan.

Resistensi antibiotik bahkan bisa menyebabkan kematian. Sehingga penggunaan antibiotik benar-benar harus diperhatikan dan sesuai anjuran dokter agar penyebab resistensi antibiotik berkurang.

Maka dari itu, konsumsi antibiotik dengan bijak, sesuai anjuran dokter dan tuntaskan.
Konsumsi suplemen makanan untuk antibodi dan vitamin bila diperlukan serta lakukanlah pola hidup sehat untuk mencegah penyakit.

Bandung, Rabu, 1 April 2020

-CJI Arina

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan