banner 728x90

“Apalah Arti Sebuah Nama” (Shakespeare)

“Apalah Arti Sebuah Nama” (Shakespeare)

Shakespeare pernah berkata “Apalah arti sebuah nama” yang disampaikan melalui pementasan karyanya, Romeo dan Juliet di Globe Theater.

Sedangkan bagi ummat Islam, nama adalah doa, sehingga tidak bisa sembarangan dalam memberikan nama.

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” 
[HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi,
Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid].
Itu perkara nama dalam bidang kelahiran dan penamaan.

Dalam dunia bisnis dan sosial (pergaulan), urusan nama berbeda lagi.
Orang bisa mempunyai banyak nama dan panggilan. Orang bisa mempunyai nama kecil, nama bisnis, nama panggilan di lingkungan rumah dan nama yang didapat dari ciri khas atau keahlian.

Nama saya Rizal Ul Fikri, nama kecil saya ‘Gedem’ karena waktu kecil saya Gendut dan Tembem.
Nama teman saya Iwan Setiawan, tetapi dipanggil Iwan PS karena keahlian dan maniak main Playstation.

Umumnya di Indonesia, dalam urusan bertetangga, kadang orang dipanggil sepaket dengan pekerjaan atau tempat kerjanya. Seperti tetangga saya dikenal dengan panggilan Asep Polisi, sebab merupakan seorang Polisi atau Pipit Tunggal sebab bekerja di Perusahaan Biskuit Tunggal.

Salah satu yang saya ceritakan adalah tukang nasi goreng di komplek rumah saya.

Siapa tidak kenal nasi goreng ?

Biasanya nasi goreng merupakan makanan yang hampir semua orang Indonesia sukai, mereka biasanya mempunyai tukang nasi goreng langganan mereka.
Nasi goreng langganan keluarga saya adalah Nasi Goreng Mas Kasro.
Lokasi jualannya berada di Jl. Karangsari dekat KPAD Pusdik Bekang, Cibeureum.

Para pembelinya biasa memanggilnya Mas Kasro, padahal nama aslinya adalah Ahmad Jaelani.
Itu disebabkan sa’at awal berjualan, mas Ahmad menggunakan spanduk bertuliskan Teh Botol Sosro, akhirnya orang-orang asal saja memanggil
“Sro, nasi goreng 2” dll.

Lama kelamaan panggilan ‘Sro’ menjadi ‘Kasro’ dan menjadi nama bisnis mas Ahmad. Orang-orang jauh lebih mengenal Mas Kasro dibandingkan Ahmad Jaelani.

Saya bisa mengetahui nama aslinya, sebab waktu kelas 5 SD, adik saya mendapat tugas melakukan wawancara kewirausahaan. Dari situlah keluarga saya mengetahui nama asli mas Kasro yang sudah menjadi langganan hampir 14 tahun sejak 2006.

Yaa, beliau pernah berkata tidak menyesal jika lebih dikenal sebagai mas Kasro dibandingkan mas Ahmad. Nama Kasro menjadi salah satu penunjang rezeki beliau, jika dalam bahasa bisnis itu disebut ‘branding’.

Branding tidak bisa didapat dalam satu dua hari, perlu proses dan waktu yang tidak sedikit untuk dapat dikenal. Dikenal dalam hal baik maupun buruk tidak mudah, kecuali hal yang dilakukan atau dihasilkan merupakan hal yang baru.

Jadi, apalah arti sebuah nama ?

Bandung, Minggu, 15 Maret 2020

~Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan