banner 728x90

Kenapa Kejayaan Kekaisaran Yunani dan Romawi Hancur ? 

Kenapa Kejayaan Kekaisaran Yunani dan Romawi Hancur ? 

Perbudakan

Penyebab utama hancurnya kedua kekaisaran itu adalah kebebasan seorang individu telah dengan sengaja dihilangkan karena salah satu menganggap lebih daripada yang lain.

Sifat alamiah manusia baik secara pribadi/individu maupun berkelompok begitu bertemu untuk melakukan komunikasi atau transaksi senantiasa diiringi ‘barternisasi’ yaitu saling bertukar segala hal yang bisa baik secara langsung (barang/jasa) maupun tidak langsung (informasi/ide/gagasan).

Masalah muncul ketika tujuan awal untuk saling bertukar apapun atas dasar saling memberi dan menerima berubah jadi keinginan untuk saling merebut dan memiliki/menguasai.

Itulah titik mula adanya penyerangan, penaklukan dan penguasaan dengan hasil karyanya berupa penjajahan.

Sebagai komunitas/bangsa/ras/suku/kaum penjajah tentu saja bakal melakukan apapun sesuai keinginan yang ada benak kepalanya.

Sedangkan yang dijajah harus menerima kenyataan dan bentuk perlakuan apapun yang diterapkan oleh fihak yang menjajah.

Mulailah sisi kemanusian yang paling hakiki yang diganggu dan dirusak. Manusia dianggap sebagai barang atau binatang dan tumbuhan yang bisa dijual dan diperdagangkan.

Perbudakan, itulah istilah yang melegenda dari zaman pra sejarah sampai hari ini yang terus berlangsung dengan aneka merek dan legalitasnya.

Budak atau manusia yang boleh diperjualbelikan ternyata berasal dari lawan yang telah ditaklukkan atau dikalahkan.
Syah diberi label sebagai budak yang dikenal dengan ‘budak belian’.
Bahkan orang tua saja (sebagai penguasa terkecil) dalam ‘kerajaan’ keluarga bisa menjual anak kandungnya sendiri bahkan isterinya.

Hal ini yang menyebabkan bangsa Arab jahiliyyah memiliki tradisi ‘ngaruang kerepes’ mengubur hidup-hidup anak perempuannya dengan harapan setelah besar nanti anak perempuannya tidak dijadikan sebagai barang dagangan.
Jadi, daripada nanti menderita lebih baik dihilangkan atau dilenyapkan dari awal.

Maka Rosulullooh Muhammad SAW sengaja Allooh SWT turunkan salah satu misinya adalah mengubah gerak fikir dan gerak aksi manusia kembali pada fitrahnya sebagai pemulia makhluk dan ciptaan Allooh.

Nabi Muhammad lahir persis ketika Kekaisaran Romawi dan Persia runtuh.

Hukum yang Nabi Muhammad bawa dan sanksi yang diterapkan pasti berisi unsur *pembebasan budak belian.*

So, bukan presiden Amerika Serikat yang jadi pelopor atau penggagas anti perbudakan, tapi Rosulullooh Muhammad SAW sejak abad awal pertengahan tahun 571 – 630 an Masehi.

Fakta

Kekaisaran Yunani dan Romawi memperjualbelikan manusia secara langsung di pasar lewat transaksi langsung.
Seperti jual beli hewan ternak.
Ada juga lewat jalur tidak langsung berupa ‘jual beli isi ulang’ yaitu transaksi pelacuran.

Hal yang luar biasa adalah pada zaman Yunani dan Romawi pelacuran (rumah bordir) perempuan dan laki-laki muda syah sebagai jenis bisnis/usaha.

Banyak pejabat Yunani yang punya bisnis seperti ini.

Hukum Islam yang paling hakiki adalah ketika sanksi yang harus para pelanggar lakukan berupa membebaskan budak belian.
Dengan jumlah yang sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran yang dibuat.

Bagaimana dengan kondisi sa’at ini ?

Apakah sejak kita duduk di bangku Sekolah Dasar, Menengah dan Atas bahkan setelah duduk di bangku kuliah/PT (jadi mahasiswa) sudah mendapat perlakuan sebagai *’Manusia Merdeka’* atau hanya sekedar jadi *’Budak Belian’* belaka ?

Bandung, Jum’at, 31 Januari 2020

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan