banner 728x90

BANDUNG KOTA TERMACET SE-INDONESIA

BANDUNG KOTA TERMACET SE-INDONESIA

 

Sungguh pernyataan yang luar biasa dilontarkan oleh beberapa media massa. Namun, ini bukanlah hal remeh. Ini adalah hal yang serius dan masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bandung beserta masyarakat Kota Bandung.

Salah satu titik macet di Kota Bandung adalah kawasan wisata malam Cihampelas Walk dan Paris Van Java yang sudah menjadi langganan macet dan kerap dikeluhkan oleh masyarakat dan wisatawan dari luar kota.

Salah satu rekan saya dari luar kota, pernah berkunjung ke daerah tersebut. Alhasil beliau menyatakan bahwa sangat capek dan pusing sekali merasakan adanya kemacetan yang luar biasa di titik tersebut.

Menurut Kang Yana Wakil Walikota Bandung ada 1,2 juta warga luar kota yang beraktivitas di siang hari. Kalau malam hari ada 2,5 juta. Dan jumlah seluruh penduduk Kota Bandung adalah 3,7 juta jiwa, sehingga kemacetan akan menjadi satu hal yang harus terjadi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung EM. Ricky Gustiadi menyebut salah satu penyebab Kota Bandung menjadi label kota termacet se-Indonesia karena warganya masih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang menggunakan moda transportasi umum.
Jumlah kendaraan pribadi cukup tinggi dibanding jumlah pertumbuhan pembangunan infrastruktur jalan.
Artinya jalan raya masih didominasi pengguna kendaraan pribadi, kata Ricky.

Saat ini, pengguna kendaraan pribadi mencapai 80% sedangkan yang umum hanya 20%. Ini sangatlah berbanding jauh dengan jumlah kendaraan pribadi. Salah satu alasan mungkin karena pengiritan biaya jika menggunakan kendaraan pribadi.

Bandung juga kota dengan sejuta kampus dan mahasiswanya yang rata-rata berasal dari luar Kota Bandung memilih bawa kendaraan miliknya, sehingga menjadi hal yang wajar jika mereka menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan pengiritan biaya.

Namun, dalam rangka memberikan solusi yang terbaik dalam mengatasi tingkat kemacetan adalah dengan adanya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan transportasi umum, meningkatkan infrastruktur yang ada dalam transportasi umum, memberikan rasa aman dan nyaman dalam transportasi umum, karena faktor inilah yang menjadi permasalahan selama ini yakni tingkat keamanan dan kenyamanan,
contohnya di halte yang masih jauh dari kata layak, sehingga masyarakat juga enggan menggunakan transportasi umum.
Dengan solusi diatas, insya Allaah dalam kurun waktu 10-15 tahun ke depan label itu akan tercabut dengan sendirinya. Karena memang, memindahkan budaya lama ke yang baru yang lebih baik membutuhkan waktu yang lama.
Kalo yang instan itu namanya MIE Instan.

Bandung, Rabu, 15 Januari 2020

By Manda CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan