banner 728x90

Teori 10.000 Jam

Teori 10.000 Jam

Setiap orang yang dilahirkan di dunia sudah dibekali oleh Tuhan kemampuan dan potensi masing-masing. Hal yang membedakan adalah memang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Tidak ada individu yang serupa di dunia ini, bahkan anak kembar sekalipun memiliki sifat, kepribadian, potensi dan kemampuan yang berbeda.

Intinya semua orang itu hebat, permasalahannya selalu ada yang lebih hebat, diatas langit masih selalu ada langit.

Pernahkah terpikir kenapa seseorang bisa ahli sekali dalam melakukan sesuatu ?

Menjadi ahli nampaknya menyenangkan, dipuja, dikenal dan diingat orang banyak. Setiap manusia pada dasarnya mempunyai keinginan untuk diakui dan dikenang, bahasa kerennya proyek keabadian. Siapapun akan senang jika diingat dan dikenang atas tindakan atau keahliannya.

Apakah semua orang ahli ?

Tidak, tapi semua orang berpotensi untuk menjadi ahli di bidang apa saja. JIka diibaratkan benda geometri dua dimensi, potensi manusia bagai lingkaran, peluangnya tak terbatas. Anda ingin ahli dalam melakukan olah raga, bermain alat musik, berhitung, berpuisi, bahkan menulis, bisa.

[ Agama Islam mengajarkan
“Man jadda wa jada”
Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil ]

Pertanyaannya adalah apakah anda siap untuk mengorbankan yang anda punya untuk mencapai tujuan tersebut ?

Dalam istilah barat ada ungkapan “There is no free lunch”, tidak ada yang gratis di dunia ini, ingin bisa gitar maka harus rela menginvestasikan waktu untuk belajar, semakin besar pengorbanan yang dilakukan hasilnya semakin besar, ”You pay more to get more”. Ini yang membedakan kenapa jika semua orang diberi potensi dan keahlian tetapi selalu ada yang lebih ahli dari yang lain.

Kadang saat menonton ‘Sea Games’ melihat atlet yang menjadi juara, sering terbersit di pikiran, “ko bisa ya, jago sekali dia, enak ya dia mah sudah jago, itu mah emang bakat aja”, padahal kita tidak pernah melihat bagaimana kerasnya mereka berlatih, seberapa besar pengorbanan yang sudah dilakukan dan itu semua bukan hal yang mudah.

Inilah yang disebut teori “ice berg”, analogi jika berada di perairan kutub, kita melihat es yang mengapung di atas permukaan air, padahal sisi lain es tersebut jauh lebih besar dan tak terlihat (di baeahnya).

Menurut Malcolm Gladwel dalam bukunya “Outliers”, untuk menjadi ahli dalam bidang tertentu (memasak, menulis, mengajar, olah raga, melukis, bercocok tanam atau apapun), maka perlu ditekuni selama 10.000 jam.

10.000 jam jika dikonversi pada kegiatan untuk menekuni suatu kegiatan 5 jam/hari, maka membutuhkan 2000 hari untuk jadi ahli, artinya butuh kurang lebih minimal 5 tahun untuk menjadi ahli.
Kalau saya ingin bisa mahir bermain piano dan saya berlatih selama 1 jam/ minggu, maka saya baru bisa jadi ahli setelah 192 tahun.

Jika berlatih 30 menit sehari, maka keahlian dapat dicapai selama 54 tahun. Jika dijadikan 1 jam/ hari, maka bisa jadi ahli dalam 27 tahun.
Ceritanya saya baru mulai belajar, usia saya sekarang 20 tahun, artinya saya baru bisa jadi ahli jika bisa secara konsisten selama 27 tahun berlatih selama 1 jam/ hari, maka saya baru bisa ahli di usia 47 tahun.

Seberapa cepat anda ingin menjadi ahli dalam suatu hal itu urusan anda, semuanya bergantung pada kerja keras dan konsistensi anda dalam mengupayakannya.

Cimahi, Senin, 30 Desember 2019
-Rizal CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan