banner 728x90

Coblong, Cob & Blong

Coblong, Cob & Blong

Coblong, secara administratif adalah sebuah nama Kecamatan di Kota Bandung.

Secara makna, Coblong berasal dari ‘Cob’ yang berarti menusuk dan ‘Blong’ yang berarti Lega.
Jadi Coblong merupakan suatu tindakan yang dilakukan di masa lalu oleh Eyang Andu, Eyang Lurah, Eyang Tempang, Eyang Sebermaen, Eyang Jampereng Koneng dan Eyang Euyeub menggali suatu mata air di Kawasan Kabupaten Bandung Barat (dulu Kabupaten Bandung sebelum dimekarkan) dan menggali terowongan membelah tebing dari mata air tersebut hingga ke Cirateun.
Mata air tersebut pada akhirnya dinamai *Coblong*.

Saluran air tersebut membentang panjang dari Coblong hingga ke Cirateun. Hal yang luar biasa, saluran air ini digali dengan alat-alat tradisional pada masa lalu, jadi tidak menggunakan mesin. Di masa itu, saluran air ini mengaliri 300 hektar sawah di Kawasan Bandung Utara. Saluran air ini masih berfungsi hingga sekarang dan mengalirkan air hingga ke KPAD Geger Kalong.

Atas jasa para pahlawan yang menggali saluran air ini, pada tanggal 17 November di Cirateun diadakan pesta rakyat untuk mengenang jasa pahlawan yang telah menggali saluran air Coblong.

Acara ini bernama “Salametan Solokan Cirateun” dan rutin diadakan setiap tahun. Acara ini diaksanakan oleh warga dari berbagai lapisan masyarakat dari Sesepuh, Tokoh Adat, Ibu ibu PKK, Karang Taruna, warga lokal, Kompepar, Disbudpar Kota Bandung dan oleh pihak-pihak lain di Cirateun dan sekitarnya.

Selain untuk mengenang jasa pahlawan, acara ini juga berfungsi sebagai perekat persaudaraan warga Cirateun dan sekitarnya juga sebagai media Pelestarian Sumber Daya Air (Edukasi).

Rangkaian acara ini dimulai dari pagi, ada iring-iringan pawai yang membawa hasil bumi dan alat-alat bersejarah yang digunakan untuk menggali saluran air ini.
Lalu setelah iring-iringan sampai, diawali dengan pemaparan sejarah singkat mengenai penggalian saluran air ini.
Dilanjut dengan pembacaan lagu sunda buhun yang memiliki nilai filosofis terhadap air.
Lalu dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ketua DKM setempat.

Warga menonton dan mengikuti acara dengan khidmat. Anak-anak kecil nampak bahagia bermain air di saluran air.

Semoga acara ini bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa air sangat berharga bagi kehidupan kita, dan harus dijaga sebaik-baiknya.

Jangan sampai kita tega mengotori sungai dengan sampah maupun limbah.

Bisa ?

Bandung, 15 November 2019
~Rizal – CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan