banner 728x90

Patah Tumbuh Hilang Berganti, Sudah Tepatkah Menteri Pilihan Jokowi ?

Patah Tumbuh Hilang Berganti, Sudah Tepatkah Menteri Pilihan Jokowi ?

Rabu, 23 Oktober 2019 tepat dimana Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan K.H Ma’ruf Amin mendeklarasikan para menterinya dalam Kabinet Jokowi Jilid II bernama
Kabinet Indonesia Maju.

Terdapat nama-nama lama dan nama baru yang menjabat posisi menteri. Ada satu yang membuat saya tercengang, yaitu terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019-2024.

Mengapa beliau?

Mari kita telusuri

Nadiem Makarim lahir di Singapura, 4 April 1984. Anak ketiga dari pasangan Nono Anwar Karim dan Atika Algadri, sosok Nono Anwar yang merupakan aktivis dan pengacara kondang menjadikannya terkenal di tanah air. Semasa sekolah, Nadiem mengeyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia sedangkan Sekolah Menengah Atas dia dapatkan di Singapura, saat tamat SMA Nadiem melanjutkan studi nya ke salah satu Universitas Ivy League di Amerika Serikat.

Strata satu dia habiskan di jurusan Hubungan Internasional Brown University, disela-sela studinya ia pun sempat mengikuti program ‘student exchange’ di London School of Economics and Political Science di Inggris.

Strata dua ia lanjutkan di Harvard University hingga meraih gelar ‘Master of Business Administration’ dan kembali ke Indonesia untuk bekerja sebagai konsultan ‘McKinsey & Company’ Jakarta.
Tidak hanya sampai disitu, Nadiem mengepakkan sayapnya di industri startup teknologi Zalora sebagai Co-Founder dan Managing Editor, serta menjabat sebagai Chief Innovation Officer di Perusahaan KartuKu tahun 2013-2014.

Sebagai lulusan ekonomi, dia mendirikan startup sendiri yang diberi nama GoJek (didirikan tahun 2010), PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ini dikenal sebagai aplikasi teknologi paling sukses di tanah air bahkan sejak 7 tahun didirikan CEO GoJek ini menduduki peringkat ke-17 perusahaan ubah dunia (Fortune) dengan status decacorn dan penghasilan 1.4 triliun rupiah.

Lalu, apakah kegemilangannya sebagai lulusan ekonomi mampukah membuatnya sejalan dengan bidang ilmu yang dia pelajari ketika menjadi Mendikbud-Dikti ?

Satu hal yang paling menggelitik, gebrakan Nadiem dalam bidang pendidikan tak ayal membuatnya banyak dirundung pro dan kontra. Plesetan GoJek dengan posisinya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan banyak dicelotehkan di media sosial seperti berikut:
1. Siswa hanya boleh diantar jemput dengan GoJek atau GoCar
2. Kantin sekolah harus pesan dari GoFood
3. Pembayaran SPP kini bisa menggunakan GoPay dan bayar full setahun akan mendapatkan ‘cashback’
4. Rapot dan Ijazah akan dikirim melalui GoSend
5. Mencari dosen pembimbing akan mudah dengan GoDos
6. Dan setiap siswa sebelum pulang diminta untuk memberikan bintang bagi guru selama proses belajar (Jangan Lupa Bintang Lima)

Lantas, sudahkah sesuai menteri pilihan Jokowi ?

Mari kita lihat pada 100 hari pertama !!

By: Rizki Karami – CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan