banner 728x90

Kenapa Ummat Islam Di Indonesia Miskin ? (Part3)

Kenapa Ummat Islam Di Indonesia Miskin ? (Part3)

Pada masa Soeharto seorang guru besar pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB)
Prof. Dr. Bungaran Saragih

[ jadi menteri pertanian masa Presiden Gus Dur ]

pernah bilang kepada Soeharto supaya ‘teknologi pertanian’ diutamakan daripada membangun ‘industri pesawat terbang’ IPTN dipimpin murid emasnya Prof. Dr. BJ. Habibie.
[ bukannya disetujui oleh Soeharto, malah dia dibenci ]

Terbukti, begitu krisis moneter melanda dunia terutama Indonesia karena tidak punya ketahanan pangan yang kuat

[ ummat Islam mayoritas bergantung pada sektor pertanian dan perikanan…sedang kebijakan ekonomi pemerintahan Soeharto terlalu berorientasi pada sektor financial / keuangan dan jasa. ]

negara Indonesia terpuruk paling parah dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.

IPTN (yang sangat dibanggakan Soeharto) bangkrut.
Puluhan ribu karyawan di-PHK (dipecat & dirumahkan).
Pesawat Terbang buatan asli anak bangsa IPTN dibarter dengan beras (sungguh memilukan)

Kapan nasib ummat Islam terutama petani dan nelayan mulai diubah ?

Gus Dur, K.H. Abdurrahman Wahid jadi Presiden RI.
Nasib petani dan nelayan mulai diubah.
Prof. Dr. Bungaran Saragih diangkat jadi Menteri Pertanian.
Kementerian Kelautan Dan Kemaritiman dibentuk pertama kali.

Sayang, perjalanan pemerintahan Gus Dur terus diganggu oleh para politisi busuk, penguasa serakah dan jahat serta pengusaha hitam, karena mereka sangat tahu bahwa hak-hak dan nasib para petani dan nelayan bakal diubah oleh Gus Dur supaya sejahtera.

Tanah negara mulai mau dibagikan untuk masysrakat miskin.
Gajih PNS, TNI-Polri mau dinaikkan jadi 300%.

Kolaborasi ‘terbaik sepanjang masa’ antara Ketua MPR (Amin Rais), Ketua DPR (Akbar Tanjung), Kapolri (Bimantoro), Wapres (Megawati), politisi jahat & pengusaha hitam, dibantu media dan sebagian mahasiswa plus didukung masyarakat berhasil mulus melengserkan Gus Dur dari kursi kePresidenan.

Nasib ummat Islam mayoritas terutama para petani dan nelayan kembali terpuruk dan menderita.

[ andai Gus Dur egois dan arogan waktu dikeroyok & dipaksa lengser, maka Bangsa Indonesia sejatinya bakal terjadi ‘Perang Saudara’.
Pasukan pembela ‘Berani Mati’ (PBM) Gus Dur sudah siap beradu nyawa dengan para pendukung pengeroyok ]

Bagaimana nasib ummat Islam masa Jokowi khususnya petani dan nelayan ?

Bandung, Jum’at, 27 September 2019

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan