banner 728x90

Kampung Belekok: Sentra Edukasi Maghootisasi Di Wilayah Pusaran Teknopolis

Kampung Belekok: Sentra Edukasi Maghootisasi Di Wilayah Pusaran Teknopolis

Bandung, Senin, 26 Agustus 2019

Kampung Kreatif Belekok termasuk kedalam wilayah administratif Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung dengan lahan seluas 2,17 hektare.
Kampung ini masih tetap mempertahankan local wisdom nya melalui Cagar Alam (Burung Ardeola Speciosa, Burung Belekok) dan Cagar Budaya yang tak tergerus oleh zaman.

Pembangunan yang begitu pesat, terutama sejak dicanangkannya pembangunan kota teknopolis di wilayah Bandung Timur. Hal ini dapat dilihat dari Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Bandung Tahun 2014-2034 yang menjelaskan bahwa tujuan penataan ruang Sub Wilayah Perkotaan Gedebage adalah pengembangan kawasan yang bersinergikan antara pendidikan tinggi, industri kreatif, komersial dan pusat pemerintahan berkonsep ‘Teknopolis’.
Namun rencana ini belum terealisasikan sejak zaman Walikota Dada Rosada, dimasa Kang Emil barulah membawa dampak yang begitu signifikan bagi Kampung Belekok Ranca Bayawak.

Eksotisme kampung ini kian tersisihkan ditengah pusaran arus globalisasi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Masjid Terapung Gedebage dan pembangunan Summarecon Tbk beserta segala aspek fasilitas lainnya sebagai penunjang.
Dampak buruk yang sangat terasa langsung oleh masyarakat sekitar yaitu penyempitan lahan (terbuka), dimana pada tahun 2014 wilayah Gedebage memiliki lahan sebesar 254 hektare dan menyusut setiap tahunnya 10%, sehingga dampak lainnya adalah penyakit ISPA yang muncul akibat hilir mudiknya kendaraan besar yang menyebabkan polusi udara (butiran tanah tergilas ban kendaraan bermotor yang menjadi butiran debu), belum dampak-dampak lainnya yang dirasakan lima hingga sepuluh tahun yang akan datang.

[Terutama hilangnya ratusan hektar sawah penghasil beras ‘terbaik’ Kota Bandung dan hilangnya profesi ratusan petani]

Sungguh ironi memang,
namun berkat kiprah Citizen Journalism Interdependen (CJI) di Kampung Belekok ini akan mampu menjadikannya sebagai salah satu kampung kreatif percontohan yang berada di pusaran pembangunan teknopolis Summarecon, apalagi dengan pembuatan ‘Maghootisasi’ yang memiliki prospek besar pada pengurangan permasalahan sampah Kota Bandung.

Wilayah yang begitu strategis ditengah jalur lalu lintas trans nasional Soekarno-Hatta, Tol Purbaleunyi, Kawasan Petikemas Gedebage, Pasar Induk Gedebage dan Kota Teknopolis Summarecon tentunya akan memunculkan permasalahan klasik yaitu sampah.

Lantas, akan dikemanakan sampah yang banyak itu?

Karena sebagian besar sampah yang dihasilkan 60% nya adalah sampah organik yang dapat dimanfaatkan oleh larva Hermetia Illucens (Maggot/ ‘Maghoot’).

Bagaikan Pungguk Merindukan Bulan, kini Kampung Belekok akan terus eksis dengan adanya pembuatan budidaya ‘Maghoot’, budidaya ayam kampung, ikan lele, dan kelak akan menjadi Kampung Wisata dengan menggunakan perahu dari Mesjid terapung, melewatati Sungai Cipamokolan dan berakhir di Belekok, santai sejenak sembari menikmati hamparan sawah, indahnya burung Belekok, Danau Buatan dengan menyantap makanan tradisional yang dibuat Syariah dan murah.

Rizki Karami CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan