banner 728x90

Jawa Barat, Tatar Parahyangan Yang Sarat Makna

Jawa Barat, Tatar Parahyangan Yang Sarat Makna

Kejayaan masa lalu yang mulai terlupakan. Dihilangkan dari sejarah dan dibiarkan penerusnya tidak mengetahuinya.

Jawa Barat saat ini atau dulu dikenal dengan (sebutan) Tatar Pasundan memiliki peradaban yang luarbiasa hebat, kemandirian pangan, kualitas sumber daya manusia terhebat dan kebudayaan yang adiluhung dimana salah satu ciri khasnya adalah memperlakukan alam seperti memperlakukan makhluk hidup.
Memiliki ciri khas seperti kebudayaan besar lainnya yaitu berada di bantaran sungai besar yaitu Sungai Citarum.

Kerajaan Sunda Pajajaran merupakan kerajaan yang kuat yang tidak mampuh ditaklukan oleh Majapahit.

[Itu lah sekilas kejayaan masa lalu Tatar Sunda Pajajaran]

Apa kabar Jawa Barat Hari Ini ?

Luar biasa, Jawa Barat hari ini merupakan salah satu provinsi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka.
Dengan populasi sebesar sekitar 50 juta jiwa, menjadi provinsi dengan warga negara terbanyak saat ini, tapi sayang seribu sayang dimana kualitas SDM nya tidak sehebat dulu.

Ditinjau dari ranking pembangunan, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) ranking 15 dari 34 provinsi.
Dan rata-rata tingkat pendidikan formalnya hanya selevel kelas 1 SMP.

Betapa sedih.

Lantas apakah pemerintah diam saja ?

Tidak,
pemerintah pusat sudah mengupayakan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas manusia salah satunya dengan meluncurkan KIP – PIP.
Tapi anehnya hanya terserap 20% saja.

Apakah (masyarakat) Jawa Barat tidak butuh ?

Lah ranking IPM nya saja rendah, lantas apa yang salah ?

Ternyata,
KIP – PIP di Indonesia tidak tersosialisasikan dengan baik terutama di Jawa Barat.
Kalaupun ada yang tahu tentang KIP,
yaa rata-rata (hanya) merupakan kenalan dan titipan dewan yang memjabat.

Lantas bagaimana dong ?

Beruntung saya saat ini tergabung dalam CJI atau Citizen Journalism Interdependen yang mengawal KIP – PIP bekerjasama dengan anggota Komisi X DPR RI.

Kami berkeliling ke SD, SMP, SMA dan SMK untuk mencari data siswa yang layak dapat KIP untuk disetorkan ke Jakarta.

Fakta di lapangan ternyata banyak sekolah yang sudah punya daftar siswa yang akan diajukan (tidak mampu/ miskin), tapi tidak tahu harus kemana, ada (sekolah) yang tidak kooperatif, ada yang tidak percaya dan berprasangka (tidak baik), tapi alhamdulillaah masih ada yang percaya dan kooperatif.
Hingga kami mendapat data 1052 siswa yang akan diajukan untuk mendapatkan KIP dari Kota Bandung dan Cimahi.

Saat ke tempat penyetoran data di Ujung Berung tepatnya jalan Cijambe,
ada sekitar 2000an data siswa yang mengajukan KIP dalam bentuk yang tidak sempurna, itupun belum tersortir dan terinput seluruhnya.

Beruntung, data kami (CJI) sudah dalam format yang sesuai ditambah dengan surat pengantar dari sekolah yang sangat mendukung hasil pekerjaan kami.

Semoga saja dengan KIP – PIP, siswa-siswi Jawa Barat dapat mengenyam pendidikan (minimal sampai SMA sederajat) hingga menjadi orang terdidik yang memiliki daya saing dengan suku lain, bangsa lain hingga dunia lain.

Ini cerita KIP ku,
mana ceritamu?

Bandung, Rabu, 21 Agustus 2019
Rizal,CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan