banner 728x90

Apakah Pada Hari Kemerdekaan Tanggal 17 Agustus 2045, NKRI Masih Punya & Memiliki Tanah, Air & Udara ? Kapan NKRI Jadi ‘Hanya’ Negara Virtual – Digital ?

Apakah Pada Hari Kemerdekaan Tanggal 17 Agustus 2045, NKRI Masih Punya & Memiliki Tanah, Air & Udara ? Kapan NKRI Jadi ‘Hanya’ Negara Virtual – Digital ?

Bandung, Senin Pagi
19 Agustus 2019

Kota Bandung
630 Hektar lebih, kawasan sawah penghasil terbaik padi (beras) Kota Bandung, tepatnya di wilayah Kecamatan Gede Bage,
hari ini sudah berubah wujud serta ‘jiwa’ menjadi
Kawasan ‘Metropolis’ Summarecon.

[Yang tersisa hanya
Kawasan Belekok Ranca Bayawak seluas sekitar 2 hektar, tempat hidup ribuan manuk Belekok & Kuntul…entah bisa bertahan berapa waktu lagi ?]

Kondisi
Seluruh kawasan Summarecon ‘disaeur’ diurug/ ditimbun tanah setinggi 1,5 meter.
Artinya, seluruh kawasan (tanpa kecuali) sudah diprogram dan dirancang sedemikian rupa, supaya jadi kawasan bebas banjir.

So, istilah atau sebutan atau predikat yang sangat melekat dengan kawasan itu yaitu
‘Ranca-‘ bakal jadi hanya kenangan yang memenuhi arsip di kantor pemerintahan dan pertanahan.

Selamat tinggal
Ranca Bayawak, Ranca Cili, Ranca Numpang, Ranca Sagatan, Ranca-Ranca lainnya.

Selamat datang
Kawasan bebas banjir Summarecon dan
Masjid Apung
di tengah kawasan banjir Gede Bage.

[Cikal bakal ‘New’ Danau Bandung ?]

What must we [urang Sunda Bandung] do, as soon as ?
-z@c-

Jawa Barat
300 Hektar lebih Kawasan Bandung Utara sudah atas nama pemilik para pengusaha [etnis cina] yang dahulu kala sebagai Kawasan Resapan Air yang tidak boleh diganggu garap, hari ini sudah jadi
Kawasan Dago Resort dan
Resort-Resort lainnya.

Hari ini, sudah ‘jlug jleg’ berdiri kokoh para hotel, bangunan beton bertingkat dan restauran berpondasi besi baja ringan dan cor.

Kawasan hutan rumput dan alang-alang serta tumbuhan liar diubah menjadi lautan aspal dan beton serta coran.

Kawasan Konservasi Gunung Tangkuban Perahu pun sudah dikuasai oleh swasta yaitu
PT GRPP

[Entah sampai kapan bisa kembali dimiliki oleh Pemprov Jabar & masyarakat Sunda Jabar]

Think about it !
Masyarakat Bandung Utara diancam oleh
Gunung Berapi Gunung Tangkuban Perahu
Patahan Lembang yang setiap sa’at siap meluluh lantakkan Bandung Raya
Kawasan Bandung Utara kehilangan permanen resapan air, ancaman kekeringan (hilang sumber air bersih) dan longsor, setiap sa’at siap datang.

Kawasan Bandung Selatan
Sudah tidak jauh berbeda, sama saja dengan Kawasan Bandung Utara.

Kota Baru Parahyangan berencana mau membeli dan menguasai 6000 Hektar lahan.
Mau ditembuskan dari mulai
Padalarang Kabupaten Bandung Barat tembus sampai Kabupaten Cianjur.

Hari ini, Kota Baru Parahyangan masih terganjal oleh satu desa yaitu
Desa Cipangeran.

Apa yang akan terjadi setelah Desa Cipangeran bisa ‘dipaksa’ lepas oleh kekuatan modal dan dana Kota Baru Parahyangan ?

Di Jawa Barat, mau atau tidak, suka atau benci, rela atau dipaksa,
bakal muncul ‘Kota Mandiri’ & ‘Kerajaan Mandiri’ yang hanya bisa diakses dan dinikmati oleh siapapun yang punya duit banyak dan mampu beli.

Masyarakat Sunda dan Jawa Barat yang kelas medium dan kelas bawah yang miskin dan tidak mampu (mayoritas penduduk Sunda & Jawa Barat) mau kemana, dan apa yang mau dilakukan ?

Kawasan Jawa Barat Selatan
Setelah jalan dibuat baik dan permanen, maka kawasan Jabar Selatan lambat laun dengan cepat bakal dibeli oleh para pengusaha (etnis cina, karena pegang duit) atas nama pengembangan dan pembangunan kawasan.

Ini fakta dan sudah dan sedang terus terjadi.

Apakah urang Sunda, generasi muda Jawa Barat, masih nganggap tidak ada masalah ?

Masih tetap pegang dan nyaman hidup di dunia maya, virtual dan digital ?

Tanah, Air & Udara itu benda nyata.

Apakah Pada Tahun 2045
NKRI
Jawa Barat
Bandung Raya
Kota Bandung
masih ada dan nyata,
Ataukah sudah berubah jadi hanya virtual & di dunia maya dan digital belaka ?

 

By Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan