banner 728x90

“Perjalanan Perpres No 15 Tahun 2018, Proses – Keluar & Aksi”

“Perjalanan Perpres No 15 Tahun 2018, Proses – Keluar & Aksi”


Refleksi Akhir Tahun 2018
“Perjalanan Perpres No 15 Tahun 2018, Proses – Keluar & Aksi”
Sebuah Analisis Komparatif Antara Program Citarum Harum Dengan Program Sebelumnya !
(Zaki CJI, 31 Desember 2018, Senin Terakhir)

Secara formal sekitar bulan Desember 2017 saya (Muhammad Zaki Mubarrok, S.S.) sebagai ‘CEO’ Citizen Journalism Interdependen (CJI) bersama Manager CJI Ir. Suzy Herlina Kalikhy audiensi dengan Pangdam 3 Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo di Makodam 3 Siliwangi.

Dalam waktu relatif singkat, saya sampaikan maksud dari audiensi terutama bicara tentang peran CJI dibidang lingkungan hidup yaitu tentang penanaman 10.000 pohon di area bekas TPAS Leuwi Gajah Cireundeu Cimahi.

Hal penting lainnya adalah komitmen CJI untuk ikut aktif mengawal Program Citarum Harum.
Sebuah konsep program yang benar-benar lahir dari rasa keprihatinan Kang Doni terhadap situasi dan kondisi Sungai Citarum yang sedang sekarat dan menderita.

Sebelum Program Citarum Harum lahir, urang Sunda dan masyarakat Jawa Barat tahu semua Program yang berkenaan dengan Sungai Citarum hanyalah ‘bancakan’ dan ngabisin uang anggaran belaka, baik dana dari dalam negeri maupun dari luar negeri.


Tidak terhitung berapa sebenarnya uang yang telah dihabiskan atas nama perbaikan dan pemulihan Sungai Citarum.
Ada yang bilang puluhan triliun, juga ada yang bilang sampai ratusan triliun.

Kang Doni dalam paparannya di kampus Unpar Bandung menyebut program Citarum (apapun namanya) sebelum lahirnya Program Citarum Harum telah menghabiskan dana sampai 22,5 Triliun rupiah.
Hasilnya hanya bisa menghantarkan Sungai Citarum, Sungai Legendaris & Kebanggaan Urang Sunda dan Jawa Barat, sebagai Sungai Terkotor Se Dunia.

Setelah Masalah Sungai Citarum, wabil khusus tentang penanganan Ekosistem Sungai Citarum, jadi tugas dan wewenang khusus Pangdam 3 Siliwangi, terjadi perubahan yang ekstrim dan signifikan.

[Setelah saya dan manager beraudiensi langsung dengan Kang Doni, maka CJI semakin intensif mengawal Program Citarum Harum atas nama
Citizen Journalism
dengan secara aktif turun ke berbagai sektor serta melakukan peliputan kegiatan acara dan berita yang erat berhubungan dengan Citarum. Kemudian di’share’ di media lewat web, instagram, line, wa grup]

Hasil pengamatan saya dan tim CJI semenjak Program Citarum Harum diterapkan adalah:

1. Pertama terjadi dalam sejarah di Jawa Barat, seorang Panglima Kodam 3 Siliwangi bernama Mayjen TNI Doni Monardo lebih dari 10 kali mengumpulkan multi elemen/ organisasi/ lembaga dan komunitas hanya mendengarkan masukan dari mereka tentang Masalah Sungai Citarum secara terbuka dan transparan.
Sebelumnya belum pernah terjadi.

2. Pangdam 3 Siliwangi memerintahkan supaya dalam Program Citarum Harum Prajurit ‘Maung’ Siliwangi wajib turun ‘ancrub’ ke Sungai Citarum, hidup dan beraktifitas bersama masyarakat di bantaran Sungai Citarum.

Dalam Program Citarum Harum
DAS Citarum mulai hulu, tengah sampai hilir dibagi habis menjadi 22 Sektor plus 1 Sektor Pembibitan.
Setiap sektor dipimpin oleh seorang Dansektor berpangkat Kolonel.

Dalam Program Citarum sebelumnya tidak pernah terjadi.

3. Gelar Sungai Citarum sebagai Sungai Terkotor di Dunia muncul akibat seorang aktivis lingkungan berkebangsaan Prancis, Gary Bencheghib berlayar di atas lautan sampah Sungai Citarum.

Puluhan tahun sampah di area ini tidak pernah bisa dibersihkan, lewat Program Citarum apapun namanya.

Prajurit ‘Maung’ Siliwangi hanya dalam waktu yang sangat singkat telah mampu membersihkan sampah dari Sungai Citarum.

4. Hulu Sungai Citarum sudah lama rusak, Air Situ Cisanti beracun, gunung dan bukitnya gundul, terjadi alih fungsi hutan jadi area tanaman sayuran semusim dan kerusakan masif terjadi dimana-mana.
Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi dan Dinas serta instansi terkait tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah Program Citarum Harum, Prajurit ‘Maung’ Siliwangi sampai hari ini telah berhasil memperbaiki Situ Cisanti dan area kerusakan di sekitarnya.

Sektor Pembibitan sudah mampu menyiapkan lebih dari 1 juta pohon siap tanam.

Program Citarum sebelumnya tidak pernah bisa melakukan itu.

5. Masyarakat Kawasan Bandung Timur dan Jawa Barat sangat tahu persis bahwa PT Kahatex yang telah terbukti bersalah atas pencemaran dan telah divonis bersalah oleh pengadilan.
Dengan arogan terus mencemari dan membuang limbah ke aliran Sungai Citarum.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Program Citarumnya tidak pernah bisa mengutak-atik PT Kahatex.

Prajurit ‘Maung’ Siliwangi Sektor 21 berani dan mampu ‘mengecor’ saluran limbah beracun PT. Kahatex.
(Banyak lagi perusahaan dan industri tekstil yang telah dicor)

6. Hari ini puluhan bangunan di bantaran Sungai Citarum dirubuhkan oleh pemiliknya sendiri, berubah jadi area penanaman pohon dan tanaman.

Berpuluh tahun Pemprov Jawa Barat tidak bisa melakukan itu.

7. Siapapun tahu salah satu penyebab banjir permanen di Bandung Selatan itu karena Sungai Citarum dangkal penuh sedimentasi.
Program Citarum apapun namanya, selama ini tidak bisa mengeruk sedimentasi, selain cuma menghabiskan anggaran besar dan Sungai Citarum tetap dangkal.

Prajurit ‘Maung’ Siliwangi Sektor 6 mampu mengeruk dan membuang sedimentasi keluar dari Sungai Citarum dengan biaya sendiri.

8. Pencemar dan pembuang limbah di Kota Bandung didominasi oleh sampah dan kotoran manusia.
Penegakan hukum dan sangsi selama ini tidak bisa ditegakkan oleh Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat, walau dana untuk Program Citarum digelontorkan.

Prajurit ‘Maung’ Siliwangi Sektor 22 mampu berbuat dan menindak pembuang sampah ke Anak Sungai.
Puluhan orang ditangkap dan diberi sanksi (hukuman) sosial berupa setiap hari membersihkan sungai selama dua (2) minggu.

9. Program Citarum Harum lewat para Prajurit ‘Maung’ Siliwangi telah berhasil menginisiasi pembuatan IPAL Komunal & TPS 3R juga Incenerator.

Dalam pembangunan SDM lahirlah KKN Tematik Khusus Tentang DAS Citarum.

10. Terobosan Terbesar adalah seorang Pejuang ‘Maung’ Siliwangi kelahiran Cimahi, Kang Doni, Mayjen Doni Monardo telah berhasil menelorkan ‘Karya Besar’ sepanjang sejarah perjalanan panjang Sungai Citarum.
Di tengah kondisi dan situasi Sungai Citarum yang sedang menderita dan sekarat.

Karya Besar itu bernama Program Citarum Harum cikal bakal lahirnya
PERPRES NO 15 TAHUN 2018

Selama ini Bupati, Walikota dan Gubernur Jawa Barat silih berganti, namun
Air Sungai Citarum tetap kotor, hitam kelam, beracun dan bau.
Lebih dari 3000 pabrik & industri terus menerus tanpa henti membuang limbah beracun ke Sungai Citarum.
Ribuan orang buang kotoran langsung ke Anak Sungai Citarum.
Kotoran ribuan sapi dibuang ke aliran sungai Anak Citarum.

Hari ini adalah hari terakhir dipenghujung tahun 2018.
Prajurit Pejuang ‘Maung’ Siliwangi telah memperlihatkan ‘Karya Bakti’ terbaiknya demi pulihnya dan cepatnya
Revitalisasi Sungai Citarum supaya kembali ‘Harum’ suci dan bersih.

Sampai hari ini para Prajurit Pejuang ‘Maung’ Siliwangi ada dana anggaran ataupun tidak ada, dibantu oleh instansi atau komponen lain maupun tidak dibantu, terus berjalan dan terus berkarya sampai tuntas.

Semoga mulai esok hari, tanggal 1 Januari 2019 semua orang, pejabat dan institusi benar-benar turun dan bersinergi untuk mempercepat proses
Revitalisasi Sungai Citarum beserta seluruh DAS Citarum, semoga Allooh SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita warga Jawa Barat, aamiiin.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan