banner 728x90

BELAJAR DARI CHINA UNTUK MENGUBAH NEGARA

BELAJAR DARI CHINA UNTUK MENGUBAH NEGARA

Berapa lama bangsa China butuh waktu untuk merubah kondisi negara dari status sebagai ‘Negara Termiskin di Dunia’ (dulu) menjadi ‘Negara Termaju di Dunia’ (sekarang) ?

 

Komisaris LEU MART Sutrisno Lukito bercerita pada acara sosialisasi di Bandung bahwa 30 tahun yang lalu negara China dikenal sebagai negara termiskin di dunia, tapi sekarang China jadi negara terkaya di dunia.

 

Apa rahasia negara China bisa berubah dalam kurun waktu 30 tahun ?

 

Ternyata bangsa China punya tekad yang sangat kuat untuk merubah kondisi negaranya. Mental mereka untuk berubah sangat kuat dan konsisten.

 

Dulu, di negara China sama saja dengan Indonesia, membangun jembatan bisa sampai 5 tahun baru selesai.

Tapi sekarang China terkenal dengan percepatan pembangunannya di semua sektor dan lini.

 

Di Indonesia untuk dapat surat izin usaha saja harus nunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sampai akhirnya tidak keluar.

Sedang di China semua perizinan dipermudah dan dipercepat.

 

Mental bangsa Indonesia sudah begitu hancur akibat sistem pendidikan yang diterapkan dari mulai SD sampai perguruan tinggi sudah tidak menerapkan pendidikan karakter. Semuanya dibuat dan dikondisikan tidak siap mandiri dan tidak siap bekerja keras. Semua sangat bergantung pada fasilitas, baik berupa dana (uang) maupun infrastruktur (bangunan).

Sekolah & perguruan tinggi hanya fokus bicara pada uang SPP dan dana sumbangan lainnya. Begitu pula dengan perguruan tinggi tidak jauh berbeda hanya bicara masalah uang kuliah dan sumbangan.

 

Hasilnya seperti sekarang ini, tidak ada kepastian di berbagai bidang. Termasuk pada sektor ekonomi, apalagi yang berbasis pangan seperti hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

 

Pelanggar hukum tidak dikenai sangsi yang sesuai. Para koruptor bebas berkeliaran tanpa bisa dihukum berat, walau sudah jelas merugikan masyarakat, bangsa dan negara.

 

Di China, sudah sangat jelas hukumannya bagi para koruptor hanya satu yang paling pantas yaitu hukuman mati.

 

Kapan bangsa Indonesia bisa menerapkan hukuman mati bagi para koruptor ?

 

Saya yakin, hukuman itu tidak bisa dilakukan di Indonesia karena para koruptor itu menjadi para penguasa di negeri ini. Menjadi para pembuat kebijakan karena jadi petinggi partai politik dan jadi anggota DPR RI.

 

Para koruptor yang jadi pengusaha lebih parah lagi, mereka mendanai biayai para calon Bupati Walikota, Gubernur, Menteri sampai Presiden, maka akibatnya setelah mereka terpilih dan dilantik sangat jelas bahwa tugas utama mereka adalah membalas budi dan balas hutang kepada para pengusaha itu dengan cara memberi fasilitas berupa proyek dan pengadaan barang & jasa juga membuat undang-undang/ peraturan dan kebijakan yang menguntungkan (pro) para pengusaha, tak peduli merugikan madyarajat bangsa dan negara.

 

Semua perikehidupan di Indonesia sudah dikuasai dan dikendalikan oleh ‘kartel’. Mereka bisa menentukan siapapun yang harus jadi pimpinan di negeri ini.

 

Semoga Lembaga Ekonomi Umat (LEU) Mart ini bisa jadi salah satu solusi dibidang ekonomi yang selama ini dikuasai oleh para kartel di negara tercinta ini.

 

Kuncinya hanya satu, tekad kuat disertai kerja keras dan jalin silaturahim dimanapun untuk membentuk jaringan.

 

Hanya itu yang kita bisa lakukan. Walau berat dan banyak rintangan halangannya, tapi itu harus dilakukan mulai sekarang juga.

 

Bandung, Senin – 6 Agustus 2018

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan