banner 728x90

Refleksi

Refleksi

 

Antara Tiupan Sangkakala

Malaikat Penghancur Alam Semesta Raya dengan Prajurit Maung Siliwangi

Memang tidak bisa disandingkan apalagi disamakan, tentu sangat jauh berbeda, ibarat bumi dengan langit.

Dalam Islam diyakini, Allooh menghancurkan alam semesta ini hanya dengan satu kali tiupan sangkakala oleh Malaikat, selasai lah sudah alam tata surya ini.

Ternyata, hal ini jadi tradisi berkelanjutan di ranah peradaban manusia. Dari mulai kerajaan jaman dahulu kala, tiupan sangkakala atau terompet sudah biasa dilakukan, tak terkecuali dalam kondisi darurat & perang sekalipun.

Perang dimulai dengan tiupan sangkakala, begitupun perang sementara jeda oleh tiupan sangkakala pula.

Zaman sekarang, instansi atau institusi atau lembaga yang masih memakai tradisi ini hanyalah TNI, terutama Kodam 3 Siliwangi (itu yang sering kita dengar langsung).

Mudah-mudahan, genderang perang melawan para perusak dan pe’racun’ (limbah & sampah) sepanjang DAS Citarum bisa ditandai oleh tiupan sangkakala para prajurit Maung Siliwangi.

Semoga tiupan sangkakala itu bisa memenuhi seluruh DAS Citarum mulai hulu-tengah sampai hilir.

Tiupan sangkakala perang di Sungai Citarum sudah mulai mengalir dan menembus cakrawala bumi Parahyangan.

Mulai sektor hulu dan tengah prajurit Maung Siliwangi beserta ‘seke seler’ Siliwangi sudah turun ke medan laga guna merebut kembali kesucian dan kemerdekaan Sungai Citarum dari kubangan limbah beracun dan sampah yang telah diedarkan oleh para penghancur NKRI.

Selamat berjuang seluruh komponen ‘seke seler’ Siliwangi, Merdeka Sungai Citarum !

 

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan